Pola Makan Untuk Kulit Kering

Jika anda memiliki kulit kering, pastinya anda tahu bahwa lotion dan pelembab adalah hal penting yang harus anda miliki. Namun dapatkah makanan mengatasi kulit kering, gatal dan bersisik?

“Bagian yang paling penting dari masalah kulit adalah lipid, seperti fosfolipid, asam lemak bebas, kolesterol, dan seramida,” kata Amy Newburger, MD, seorang dokter yang bertugas di Departemen Dermatologi di St. Luke’s Roosevelt Medical Center. “Kulit tanpa cukup lemak didalamnya memiliki dominasi protein dan sedikit berantakan seperti dibuat dari ranting tanpa perekat diantara keduanya.” Air mudah keluar melalui penghalang tanpa lemak, sehingga kulit mengalami dehidrasi.

Asam lemak tak jenuh ganda diperlukan untuk memproduksi lipid antara lem dan ranting dalam stratum korneum atau permukaan kulit. Selain itu, asam lemak tak jenuh ganda memiliki efek anti-inflamasi pada kulit yang teriritasi. Dua jenis asam lemak yang penting yaitu omega 3 dan omega 6.

“Makanan yang termasuk tinggi asam lemak omega 3, yakni ikan berlemak seperti salmon, haring, makarel, teri, dan sarden, serta minyak biji rami, telur, dan daging sapi yang diberi makan rumput. Sementara minyak evening primrose dan minyak biji borage yang tinggi omega 6 membantu melembabkan kulit dan mencegah penguapan air,” kata Leslie Baumann, direktur University of Miami Cosmetic Medicine and Research Institute. “Jika anda tidak suka ikan atau sedang hamil dan tidak bisa makan, maka suplemen omega 3 adalah pilihan yang tepat.” Kebanyakan orang Amerika mendapatkan cukup omega 6 melalui jagung dan minyak safflower.

Beberapa studi telah menunjukkan efek positif yang signifikan:

  • Dalam sebuah studi tahun 2006 dari 50 pasien yang menderita dermatitis atopik, 96 persen dari mereka yang diberikan minyak evening primrose dalam bentuk kapsul selama lima bulan menunjukkan penurunan intensitas, rasa gatal, dan kekeringan pada kulit.
  • Dalam studi lain, dari 29 pasien usia lanjut, suplemen minyak biji borage dalam bentuk pil membantu mengurangi kehilangan air pada kulit sebanyak 10,8 persen.
  • Dan dalam studi 118 bayi yang berisiko tinggi terkena dermatitis atopik diberi minyak biji baroge mengalami tingkat keparahan yang lebih rendah.
  • Sebaliknya, tahun 2006 meta-analisis dari 22 studi yang menguji efek suplementasi asam lemak esensial menemukan bahwa tidak ada manfaat yang signifikan ketika suplemen minyak ikan dan tanaman diberikan pada penderita dermatitis atopik. Tampaknya harus dilakukan studi lebih lanjut sebelum mencapai kesimpulan.

Vitamin dan Mineral untuk Kulit Kering

“Vitamin C diperlukan untuk fungsi enzim yang menyebabkan kolagen terbentuk,” kata Dr Newburger, “dan kolagen berfungsi sebagai spon untuk kelembaban.”

Newburger menambahkan bahwa seng dan tembaga juga sangat penting. Bersama dengan vitamin C, seng dan tembaga menjaga kolagen tetap padat, yang pada akhirnya memungkinkan kulit terhidrasi. “Setiap multivitamin dengan mineral di dalamnya mengandung seng dan tembaga,” kata Newburger. “Seng juga memiliki efek anti-inflamasi yang sangat penting untuk menjaga kulit tetap halus.”

Kafein, Alkohol, dan Kulit Kering

Mengonsumsi kafein tidak akan menyebabkan dehidrasi, kafein membuat pembuluh darah menyempit, itulah sebabnya mengapa kafein digunakan dalam krim mata untuk mengurangi bengkak. “Mengonsumsinya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah aliran darah dan nutrisi,” kata Newburger memperingatkan. “Dan jika anda tidak memiliki peredaran darah yang sehat, anda tidak akan memiliki pergantian sel yang sesuai dengan usia.”

Dalam kasus alkohol, Michele Murphy, seorang ahli gizi bersertifikat di NewYork Presbyterian–Weill Cornell Medical Center, menjelaskan bahwa meskipun diuretik, anda akan mengalami dehidrasi berat. “Rata-rata orang yang makan malamnya ditemani segelas anggur setiap malam dan menjaga asupan air yang cukup tidak mungkin melihat perbedaannya,” katanya. Bertentangan dengan apa yang selama ini orang percayai, minum air dalam jumlah besar tidak akan mempengaruhi kulit. “Air yang kita minum yang diproses secara internal tidak akan mempengaruhi penampilan eksternal atau nuansa kulit,” kata Murphy. Sebaliknya, lapisan luar kulit sangat penting untuk menjaga kelembaban.

Jangan berlebihan

Jika anda sudah menerapkan pola makan seimbang dengan lemak yang cukup, maka menambahkan lemak atau suplemen lebih banyak ke dalam pola makan anda belum tentu akan memperbaiki kulit kering dengan cepat. “Jika anda kekurangan lemak atau vitamin, tentu saja akan mempengaruhi penampilan,” kata Murphy. “Namun melampaui apa yang dibutuhkan tubuh belum terbukti dapat memperbaiki kulit dengan cepat.”

Cara Penggunaan Eksfoliasi Kulit

Sel kulit mati seringkali memerlukan sedikit bantuan untuk pengelupasan. Eksfoliasi kulit dengan bahan-bahan seperti asam alfa hidroksi atau asam beta hidroksi dapat membuat anda terlihat segar dan terasa halus lagi.

Kulit kita terus memperbaharui dirinya, sel kulit baru tumbuh untuk menggantikan sel-sel kulit permukaan yang menua, mati, dan mengelupas. Setiap menitnya terjadi pengelupasan sebanyak 30.000 sampai 40.000 sel kulit.

Faktor lain seperti kulit kering dan usia menyebabkan sel-sel kulit mati tidak mudah mengelupas sebagaimana mestinya. Ketika sel-sel ini tumbuh, maka dapat membuat kulit terlihat kasar dan pucat, juga dapat menyumbat pori-pori yang menyebabkan jerawat. Penggunaan eksfoliasi kulit yang teratur namun cermat dapat membantu mengelupaskan sel-sel kulit mati dan menyingkap kulit baru yang lebih muda.

Terdapat dua jenis utama eksfoliasi kulit, yakni: eksfoliasi mekanik dan eksfoliasi kimia. Keduanya umumnya tersedia dan juga memiliki pro dan kontra masing-masing terkait penggunaan dan kecocokan jenis kondisi kulit.

Eksfoliasi Kulit Secara Mekanik

Eksfoliasi mekanik bekerja dengan mengelupas sel kulit mati menggunakan bahan abrasif yang sangat ringan. Eksfoliasi kulit ini biasanya berupa scrub wajah, krim pembersih, atau partikel kasar. Pijat dengan lembut permukaan wajah dan kulit, gesekan bekerja untuk melonggarkan sel-sel kulit yang menua.

Eksfoliasi mekanik banyak tersedia di toko obat dan mudah digunakan. Cocok dengan kulit berminyak atau berjerawat, karena mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori, namun jangan menggosoknya terlalu keras sebab dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut.

Meskipun  begitu, eksfoliasi mekanik juga bisa menjadi keras. Pengelupasan bisa saja menghilangkan lapisan luar kulit anda. Sebagiannya mengandung partikel bergerigi dan kasar yang bisa mengikis kulit. Karena itu, dermatolog menyarankan agar menggunakan gerakan lembut saat melakukan eksfoliasi kulit, dan untuk anda yang memiliki kulit sensitif lebih baik menjauhi eksfoliasi.

Kamu juga bisa membaca mengenai alat ini untuk dikombinasikan dengan Metode ini untuk hasil lebih baik.

Eksfoliasi Kulit Secara Kimia

Eksfoliasi kimia menggunakan asam ringan untuk melarutkan apapun yang menghalangi lapisan luar sel kulit mati untuk mengelupas. Terdapat dua jenis utama eksfoliasi kimia, yakni asam alfa hidroksi (AHA) dan asam beta hidroksi (BHA):

  • Asam alfa hidroksi berasal dari makanan yang berbeda, seperti buah-buahan (apel dan anggur) serta susu. Sebagian dari AHA yang paling umum mencakup asam glikolat, asam laktat, asam malat, dan asam alfa hidroksi-oktanoik. Asam alfa hidroksi adalah yang paling baik untuk orang dengan kulit kering atau tebal.
  • Asam beta hidroksi adalah sepupunya asam alfa hidroksi, tetapi lebih dapat larut dengan minyak dan karena itu sangat cocok untuk pengelupasan pada kulit berminyak atau kulit rawan jerawat. Yang paling terkenal dari asam beta hidroksi adalah asam salisilat. Pada label produk, carilah asam salisilat, natrium salisilat, asam beta hidroksi-butanoik, atau asam tropik.

Perawatan kulit menggunakan produk asam alfa hidroksi dan asam beta hidroksi cendrung tidak sekeras eksfoliasi mekanik. Selain itu, eksfoliasi kimia membantu menyegarkan kulit, menurunkan tingkat pH kulit dan membantu menghaluskannya,mengurangi keriput, memperbaiki kulit yang kering, dan juga memperbaiki kulit yang rusak akibat matahari.

Menemukan formulasi yang tepat untuk anda dapat melibatkan beberapa uji coba. Menurut US Food and Drug Administration, anda harus memilih eksfoliasi kimia berbasis asam alfa hidroksi dengan konsentrasi asam alfa hidroksi 10 persen atau kurang dan pH 3,5 atau lebih. Sementara untuk eksfoliasi berbasis asam beta hidroksi, anda harus memilih produk yang mengandung asam salisilat pada tingkat 1,5 sampai 2 persen. Menggunakan larutan kuat dapat menyebabkan iritasi kulit.

Peringatan: Eksfoliasi meningkatkan sensitivitas kulit anda terhadap sinar matahari selama seminggu setelah setiap kali digunakan. Sebelum pergi keluar, selalu terapkan tabir surya.

Bagaimana Dan Kapan Penggunaan Eksfoliasi

Anda tidak harus menggunakan eksfoliasi setiap hari. Kulit anda perlu waktu untuk menumbuhkan lapisan paling atas setelah anda mengelupasnya. Mereka yang memiliki kulit kering cukup melakukan eksfoliasi sekali atau dua kali seminggu, sementara mereka yang memiliki kulit berminyak dapat melakukan eksfoliasi 2-4 kali seminggu. Berhenti menggunakan eksfoliasi jika terjadi iritasi pada kulit anda dan mengembangkan ruam. Ingatlah untuk selalu melembabkan kulit anda setelah eksfoliasi untuk menenangkan dan menjaganya tetap kering.

6 Cara Hepatitis C Mempengaruhi Wanita

1.       Sirosis Hati

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2000 dalam jurnal Hepatology, wanita cenderung mengembangkan sirosis hati dibandingkan dengan laki-laki. Peneliti menyatakan bahwa hormon estrogen melindungi wanita dari kerusakan hati dan sirosis. Meskipun begitu perlindungan dapat berkurang setelah menopause, sebab wanita menghasilkan lebih sedikit estrogen.

2.       Penggunaan Obat Intravena

Sebuah studi yang diterbitkan satu dekade lalu dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, menemukan bahwa wanita lebih mungkin berbagi jarum atau menggunakan obat intravena dengan pasangan seksual mereka daripada pria. Penggunaan obat intravena merupakan penularan virus hepatitis C yang paling umum.

3.       Pembersihan Virus

Antara 15 sampai 20 persen penderita hepatitis C dapat membersihkan virus tanpa pengobatan, sebelum menjadi kronis. Studi pada tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Hepatology menemukan bahwa wanita lebih mungkin untuk memiliki izin pembersihan virus. Peneliti menduga bahwa estrogen memainkan peranan di sini.

4.       Penularan Melalui Menstruasi

Risiko penularan hepatitis C melalui hubungan seksual sangat rendah, tapi, seperti halnya HIV, risiko tersebut dapat meningkat dengan aktivitas yang menyebabkan paparan darah yang lebih, seperti seks anal. Selain itu, berhubungan dengan wanita yang terinfeksi dan sedang menstruasi dapat meningkatkan risiko penularan.

5.       Hepatitis C lebih dari 20 tahun yang lalu

Sebelum tahun 1992, ketika penyaringan ketat terhadap suplai darah AS dimulai, banyak wanita yang melakukan persalinan sesar menerima transfusi darah, dan mungkin telah terinfeksi dengan hepatitis C. Karena penyakit ini bisa berakibat tanpa gejala selama puluhan tahun, banyak wanita tidak tahu bahwa mereka memiliki virus. Para ahli menyarankan bagi wanita yang memiliki hepatitis C sebelum tahun 1992 untuk diperiksa.

6.       Kontrasepsi Oral

Pil kontrasepsi oral yang mengandung estrogen umumnya aman untuk wanita dengan hepatitis C, seperti halnya terapi penggantian hormon untuk wanita menopause. Tapi, pil yang mengandung estrogen tidak dianggap aman bagi wanita dengan penyakit hati yang parah, karena hati tidak dapat memecah hormon ini lagi.