Keputihan

Share this to Your Friend

Apa itu keputihan?

Normalnya, keputihan merupakan lendir berwarna bening atau putih yang keluar dari vagina. Selama ovulasi, sekitar dua minggu setelah menstruasi, vagina menjadi elastis dan licin. Perubahan  warna atau jumlah lendir yang disertai dengan gejalan lain menunjukkan bahwa anda mengalami infeksi.

Vagina biasanya mengandung bakteri. Pertumbuhan bakteri dikendalikan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat keasaman (pH) dan hormon. Jika keseimbangan bakteri terganggu, maka dapat meningkatkan risiko infeksi atau pertumbuhan berlebih terhadap setiap bakteri normal. Penyebab keputihan meliputi:

  • Penggunaan antibiotik
  • Pil KB
  • Cairan pembersih vagina
  • Diabetes
  • Kehamilan
  • Stres
  • Pakaian yang terlalu ketat

Keputihan dapat terjadi akibat infeksi:

  • Jamur, atau bisa juga disebut Candida, jenis jamur normal yang merupakan bagian dari kulit manusia, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi.
  • Gardnerella, jenis bakteri yang ditemukan secara normal dalam saluran kelamin wanita yang merupakan penyebab bakterial vaginosis.
  • Trichomonas, sejenis protozoa, organisme yang terdiri dari satu sel.

Penyakit menular seksual seperti kencing nanah atau klamidia juga dapat menyebabkan keputihan. Kemungkinan penyebab non infeksi lainnya adalah peradangan atau iritasi vagina akibat produk yang beraroma seperti sabun, pembersih vagina, atau pembalut, serta diabetes atau tingkat estrogen yang rendah seperti pada saat menopause (vaginitis atrofi).

Gejala

Perhatikan perubahan warna, jumlah atau bau lendir. Lendir putih yang terlihat seperti putih susu adalah tanda infeksi jamur. Lendir berwarna kuning, hijau, atau abu-abu biasanya merupakan tanda dari trichomonas atau bakterial vaginosis. Bakterial vaginosis juga memiliki bau amis yang tidak biasa.

Gatal biasanya terjadi karena infeksi jamur. Sedangkan, lapisan vagina kering yang mungkin dapat membuat anda merasa tidak nyaman atau menyakitkan selama berhubungan intim, biasanya merupakan gejala dari vaginitis atrofi. Keputihan yang disertai demam, sakit perut, dan nyeri selama berhubungan intim dapat mengindikasikan penyakit menular seksual. Namun, berbeda dengan kencing nanah dan klamida, keduanya tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Diagnosa

Dokter akan mengajukan berbagai pertanyaan untuk mencari tahu penyebab keputihan anda, seperti penggunaan antbiotik baru-baru ini, pasangan seksual, gejala menopasue, gejala diabetes, dan perubahan terbaru lainnya mengenai kesehatan atau gaya hidup anda.

Setelah itu, anda akan menjalani pemeriksaan panggul. Dokter akan menggunakan alat yang disebut sepekulum untuk melihat leher rahim secara langsung. Selama pemeriksaan panggul, sampel kotoran tersebut dikumpulkan untuk dilakukan pengujian. Dengan melihat lendir dibawah mikroskop, dokter dapat mendiagnosa penyebab keputihan, apakah disebabkan oleh infeksi jamur, bakterial vaginosis, atau infeksi trichomonas. Jika berdasarkan penampilan dinding vagina, dokter dapat membuat diagnosis vagnitis atrofi.

Dokter akan memeriksa kelembutan leher rahim, rahim, atau ovarium dengan cara menempatkan jari-jarinya di dalam vagina anda. Jika terasa lembut, maka dapat mengindikasikan bahwa anda memiliki penyakit menular seksual atau penakit radang panggul. Mendiagnosis kencing nanah atau klamida membutuhkan hasil tes laboratorium yang mungkin memakan waktu beberapa hari.

Jangka waktu pengobatan

Keputihan yang disebabkan infeksi bakteri atau jamur bereaski terhadap pengobatan dalam beberapa hari sampai satu minggu. Sedangkan, penyakit menular seksual bereaksi terhadap pengobatan antibiotik dalam waktu satu minggu.  Jika infeksi berkembang menjadi penyakit radang panggul luar daerah vagina, mungkin memakan waktu lebih lama.

Vaginitis atrofi merespon sangat baik terhadap terapi hormonal dengan krim vagina atau penggantian hormon secara oral, biasanya memerlukan waktu beberapa minggu. Gejala yang ringan bisa dihilangkan dalam beberapa hari dengan pelumas vagina berbahan dasar air. Jika iritasi yang menjadi penyebabnya, segera identifikasi dan singkirkan subtansi penyebab iritasi tersebut, maka dalam waktu satu minggu gejalanya akan terasa ringan.

Cara Mencegah Infeksi Dan Keputihan Abnormal

Banyak faktor yang memegang peranan terhadap timbulnya keputihan dan infeksi vagina. Apa saja yang harus anda lakukan untuk mengurangi risiko infeksi vagina?

  1. Selalu memakai celana dalam berbahan dasar katun. Kapas memungkinkan area genital anda bernapas, membantu tetap kering. Juga, pakailah celana dalam hanya pada siang hari, bukan di malam hari ketika anda tidur.
  2. Jangan gunakan cairan pembersih vagina.
  3. Jangan gunakan petroleum jelly atau minyak untuk pelumasan vagina, sebab dapat menciptakan tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
  4. Jika anda sedang menjalani pengobatan infeksi vagina, gunakanlah semua obat sesuai petunjuk sekalipun anda sudah membaik.
  5. Tidak melakukan hubungan intim selama pengobatan infeksi vagina. Tunggu sampai sembuh sepenuhnya.
  6. Hindari produk yang bisa mengiritasi vagina, seperti sabun beraroma wangi, deodoran, bedak, lotion, dan mandi gelembung/mandi busa.
  7. Hindari memakai pakaian ketat, seperti pakaian renang, pakaian olahraga, atau stocking untuk jangka waktu yang lama.
  8. Seringkali infeksi vagina menyebabkan rasa gatal. Jangan digaruk. Menggaruk daerah yang terinfeksi hanya akan memperparah keadaan.
  9. Jika menstruasi dimulai pada saat anda menggunakan krim vagina, lanjutkan pengobatan secara rutin selama menstruasi, dan jangan gunakan pembalut.
  10. Jika anda mengobati infeksi vagina sendirian tanpa bantuan dokter, namun gejala tidak kunjung membaik, kunjungilah dokter untuk menjalani pemeriksaan vagina. Jangan menggunakan produk vagina selama 48 jam sebelum menemui dokter.
  11. Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan intim  kecuali anda berada dalam hubungan monogami jangka panjang.
  12. Selalu bersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar. Jika membersihkannya dengan cara yang tidak tepat, maka bakteri dapat dengan mudah menyebar ke vagina dan dapat menyebabkan keputihan serta infeksi.
  13. Selalu menjaga kebersihan ketika di toilet umum karena terdapat bakteri dan jamur yang berkembang di sekitar tempat dudukannya, yaitu dengan menyemprotkan anti bakteri di dudukannya

Tentu saja, kebersihan, tidur yang cukup, dan pola makan dengan asupan cairan yang tepat merupakan ide yang baik untuk kesehatan vagina, serta untuk kesehatan anda secara keseluruhan.

 

Pengobatan

Infeksi diobati dengan antibiotik. Seringkali satu dosis antibiotik oral saja sudah cukup. Pilihan lainnya, yakni dengan menggunakan antibiotik vagina dalam bentuk krim atau gel, terutama jika anda memiliki efek samping terhadap penggunaan antibiotik oral. Juga, krim vagina dapat lebih menenangkan lapisan vagina yang nyeri karena peradangan. Jika anda didiagnosis dengan bakterial vaginosis atau trichomonas, dokter akan meresepkan antibiotik yang disebut metronidazol. Jika dokter menduga anda memiliki penyakit menular seksual berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik, anda akan diberi antibiotik melalui suntikan maupun oral sebelum dikeluarkannya hasil tes.

Jika anda mengalami infeksi jamur berulang dan mengenali gejalanya, anda dapat menggunakan krim anti jamur tanpa resep yang dapat dibeli di apotik terdekat. Jika tidak segera membaik, kunjungi dokter untuk melakukan pengujian untuk memastikan diagnosa dan mengganti pengobatannya.

Vaginitis atrofi dapat berkembang dengan perubahan hormonal, misalnya setelah kehamilan atau saat menggunakan pil KB. Umumnya, hal ini terjadi selama atau setelah menopause. Setelah menopause, terapi penggantian hormon dapat diambil melalui oral atau vagina. Untuk kasus yang ringan, cukup menggunakan pelumas berbasis air. Jika anda pengguna pil KB, mengubah jenis atau kadar pil dapat membantu menyingkirkan  vaginitis atrofi.

Pasangan seksual anda tidak harus melakukan hal yang sama, kecuali anda didiagnosa dengan penyakit menular seksual, atau mengalami infeksi berulang dan tidak ada faktor lain yang membuat anda rentan terhadap infeksi. Jika keputihan anda kambuh, merasakan ketidaknyamanan ketika buang air kecil atau saat berhubungan intim, maka harus dievaluasi oleh dokter.

Kapan waktu yang tepat untuk meminta bantuan dokter?

Jika sebelumnya anda pernah mengalami infeksi jamur, dan gejala berulang yang mirip, anda dapat memulai perawatan dengan obat anti jamur yang dapat dibeli di apotik terdekat. Jika tidak segera membaik, kunjungi dokter. Lain halnya bila anda mengalami keputihan disertai dengan sakit perut atau demam, segera temui dokter saat itu juga.

Prognosa

Biasanya, kondisi yang menyebabkan keputihan bereaksi terhadap pengobatan dalam beberapa hari. Vaginitis atrofi akan memakan waktu beberapa minggu untuk merespon pengobatan, karena lapisan vagina membutuhkan waktu agar kencang kembali. Kadang-kadang infeksi akan kambuh. Dokter dapat menentukan cara pengobatan yang lebih efektif, mengajari anda untuk merawat sendiri di rumah, atau membantu anda menghilangkan penyebab infeksi.

Produk MCI Lainnya : Nano Spray 2 + Magic Stick v2

 

nano spray

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *