Pengaruh Serat pada Jerawat

Jerawat memiliki banyak penyebab yang berbeda, itulah sebabnya mengapa sulit untuk mengobatinya. Perawatan jerawat yang tidak benar bisa memperparah dan memperburuk kulit wajah. Menambahkan serat pada  diet adalah cara alami dan sederhana untuk mengurangi jerawat tanpa efek samping yang berat.

Jenis

Menurut Mayo Clinic, ada lima jenis jerawat: komedo, papula, nodul, kista dan pustula. Komedo sering disebut sebagai komedo terbuka (blackhead) atau komedo tertutup (whitehead), keduanya adalah bentuk jerawat yang paling umum dan biasanya paling mudah untuk diobati. Nodul dan kista adalah bentuk jerawat yang paling sulit untuk diobati karena infeksi berjalan jauh di bawah kulit. Nodul ditandai dengan benjolan keras yang sering kali menyakitkan. Sedangkan, kista mirip dengan nodul, bedanya kista tidak membentuk benjolan keras, tetapi penuh dengan nanah.

Penyebab

Jerawat disebabkan oleh kelenjar minyak yang terlalu aktif, penumpukan bakteri, atau penumpukan sel kulit mati. Namun, menurut Acne Resource Center Online banyak faktor yang berbeda yang dikaitkan dengan masalah ini, seperti: hormon, stres, diet, pencernaan yang buruk dan bahan kimia dalam kosmetik. Menambahkan serat pada diet dapat menghilangkan dua faktor tadi: diet dan pencernaan yang buruk.

Diet

Studi yang dilakukan di Rumah Sakit Royal Melbourne dan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan hubungan antara karbohidrat putih atau olahan dengan jerawat. Sepanjang studi dua tahun, peneliti memantau kadar glukosa dan insulin serta efeknya pada kulit. Mereka menemukan bahwa diet tinggi karbohidrat olahan berisiko lebih tinggi mengakibatkan jerawat. Oleh karena itu, beralihlah dari roti putih dan pasta ke serat yang tinggi, roti gandum misalnya, dapat mengurangi keparahan jerawat.

Pencernaan

Acne Resource Center Online mengatakan bahwa pencernaan yang buruk membuat tubuh kesulitan untuk menyerap nutrisi penting, dan karena itu tidak dapat melawan bakteri penyebab jerawat. Serat meningkatkan sistem pencernaan yang sehat, dengan cara memperlambat penyerapan beberapa nutrisi dalam aliran darah, yang memungkinkan tubuh kita untuk memanfaatkan lebih banyak nutrisi dari makanan yang kita makan. Selain itu, serat dapat membuat buang air besar menjadi teratur, yang memungkinkan kita untuk menghilangkan kontaminan yang berpotensi membahayakan.

Pertimbangan

Mayo Clinic merekomendasikan kepada pria dan wanita dibawah usia 50 tahun untuk mengkonsumsi serat sebanyak 38g untuk pria dan 25g untuk wanita setiap harinya. Untuk mereka yang diatas usia 50 tahun, usahakan untuk mengkonsumsi serat sebanyak 30g untuk pria dan 21 gram untuk wanita. Mereka yang belum  terbiasa mengkonsumsi banyak  serat kemungkinan akan memiliki perut kembung pada awalnya dan ketidaknyamanan lainnya. Namun, tubuh akan terbiasa dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya serat. Roti gandum dan pasta, kacang-kacangan, buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran merupakan sumber serat.

Cara Mencegah Jerawat

Meskipun jerawat paling sering mempengaruhi kalangan muda, namun banyak orang masih mengalaminya di usia 40 sampai 50-an. Jerawat meliputi bintil, komedo terbuka , dan komedo tertutup pada daerah sekitar wajah. Kondisi ini disebabkan kelenjar sebum yang terlalu aktif. Selain itu, hormon, genetika, perawatan kulit yang tidak tepat, dan stres dapat memicu bertambah buruknya penyakit tersebut. Meskipun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan jerawat, perawatan yang tepat dapat membantu mencegah datangnya jerawat.

  1. Olahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi pada kulit. Setiap selesai sesi latihan, mandilah sesegera mungkin, karena keringat dapat membangun dan menyumbat pori-pori anda. Jika anda tidak dapat  mandi, cuci wajah anda secara menyeluruh.
  2. Cuci wajah anda dua kali setiap hari untuk mencegah bintil, komedo terbuka dan komedo tertutup. Gunakan sabun lembut atau pembersih wajah dan cuci wajah anda dengan lembut untuk menghindari iritasi kulit. Sertakan leher, punggung, bahu, dan daerah lain yang terkena jerawat. Jangan mencuci terlalu sering, karena menggosok berlebihan dapat membuat jerawat anda lebih parah.
  3. Gunakan produk perawatan kulit berbasis air dan kosmetik atau produk bertanda “non comedogenic”, yang berarti produk tersebut tidak akan menyumbat pori-pori anda. Hindari produk perawatan kulit yang mengandung minyak atau lanolin. Ganti makeup anda secara teratur dan hindari menggunakan produk lama. Gunakan makeup secukupnya dan jangan terlalu sering memakainnya. Sebelum tidur jangan lupa untuk membersihkan makeup anda.
  4. Lindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya bebas minyak dengan SPF 15 atau lebih tinggi. Meskipun paparan sinar matahari dapat membantu mencegah jerawat, penting untuk melindungi kulit anda dari sinar matahari. Sebisa mungkin hindari sinar matahari selama tengah hari, karena bila terlalu banyak paparan akan membakar kulit dan memperburuk jerawat.
  5. Jauhkan rambut dari wajah atau ikat rambut sesering mungkin jika memiliki rambut berminyak, karena minyak dari rambut akan memperburuk jerawat. Mengikat rambut secara longgar di malam hari akan membantu menjaga rambut berminyak jauh dari kulit saat anda tidur.
  6. Makanlah makanan yang bergizi yang akan membuat anda dan kulit anda sehat. Makan berbagai biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, serta penggunaan gula, makanan yang digoreng, kafein dan makanan olahan secukupnya. Meskipun makanan tidak menyebabkan jerawat, anda harus menghindari makanan jika anda berpikir bahwa makanan membuat jerawat anda lebih parah. Minum banyak air, setidaknya 8 gelas besar air setiap hari akan menjaga kulit anda dari dehidrasi.
  7. Mencuci handuk setiap hari. Cucilah seprai dan sarung bantal setidaknya sekali setiap minggu, untuk anda yang memiliki kulit dan rambut berminyak sebaiknya dua sampai tiga kali seminggu. Menggunakan handuk dan sarung bantal kotor dapat memicu bakteri penyebab jerawat kembali ke kulit anda.
  8. Konsultasikan dengan dokter kulit jika jerawat anda semakin memburuk, atau jika kulit anda merasa sakit, gatal atau meradang. Dokter dapat meresepkan obat atau produk perawatan kulit yang akan membantu mencegah jerawat.

Jenis Bakteri Jerawat berhubungan Dengan Kulit Sehat Diidentifikasi Oleh Para Peneliti

Akhirnya, alasan mengapa tidak semua orang  mengalami bencana jerawat seperti remaja kebanyakan

ACNE

Penelitian baru dari University of California, Los Angeles, menunjukkan bahwa tidak semua jerawat disebabkan bakteri jerawat Propionibacterium, yang benar-benar menyebabkan jerawat. Dan pada kenyataannya, satu jenis bakteri bisa menjaga kulit tetap sehat dan bersih.

” Jenis P. acnes ini dapat melindungi kulit, seperti bakteri hidup yogurt yang membantu mempertahankan usus dari penyakit berbahaya, ” kata peneliti studi Huiying Li, asisten profesor farmakologi molekuler dan medis di UCLA David Geffen School of Medicine, mengatakan dalam sebuah pernyataan . ” Langkah selanjutnya kami akan menyelidiki apakah krim probiotik dapat memblokir bakteri jahat dari menyerang kulit dan mencegah jerawat sebelum muncul.”

Untuk penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology, para peneliti memeriksa kulit dari 49 orang berjerawat, dan 52 orang dengan kulit yang bersih. Mereka menggunakan strip hidung untuk mengumpulkan DNA mikroba dari kulit mereka, dan kemudian meneliti untuk melihat jenis bakteri apa yang mereka miliki.

Kemudian , para peneliti mempelajari bakteri dan sequencing DNA dari 66 dari jenis P. acnes.

Para peneliti menemukan beberapa jenis yang hadir dalam sekitar satu dari lima peserta dengan jerawat, yang sama sekali tidak ada pada mereka dengan kulit yang sehat. Dan mereka juga menemukan jenis P. acnes yang tampaknya hanya hadir dalam relawan dengan kulit yang sehat, dan tidak pada kulit mereka dengan jerawat.

” Kami menduga bahwa jenis ini berisi mekanisme pertahanan alami yang memungkinkan untuk mengenali penyerang dan menghancurkan mereka sebelum mereka menginfeksi sel bakteri , ” kata Li dalam pernyataannya.

Baru-baru ini , sebuah penelitian lain di Journal of Academy of Nutrition and Dietetics menunjukkan bahwa bisa menjadi hubungan antara makan susu dan makanan tinggi glisemik dan jerawat . Makanan tinggi glisemik termasuk roti , pati ( seperti kentang ) , dipanggang dan jus buah.